New Post
Showing posts with label Networking | Linux. Show all posts
Showing posts with label Networking | Linux. Show all posts

Monday, September 23, 2013

Apa itu Proxmox ?

Setelah sibuk dengan kegiatan saya, akhirnya saya bisa ngepost ini. Oke kali ini saya akan berbagi tentang PROXMOX Virtual Enviroment. Sedikit saya menjelaskan apa itu PROXMOX.



PROXMOX Virtual Enviroment adalah distribusi berbasis Debian etch (x86_64). PROXMOX adalah paltform virtualisasi bersifat opensource yang mendukung untuk menjalankan virtual mesin berbasis KVM dan OpenVZ.
Fitur-fitur  PROXMOX VE (Virtual Enviroment) sendiri adalah sebagai berikut:
  • High performance and scalability
  • Full Virtualization – KVM
  • OS Virtualization – OpenVZ
  • Live Migration
  • Open Source
  • High Availability Cluster
  • RESTful web API
  • Proxmox Cluster file system
  • Rich web app for Management
  • Backup and Restore
  • Role-based Administration
  • Multiple Authentication sources
  • Network Model
  • Storage Model
Untuk urusan mengatur mesin-mesin vertual dan cluster, PROXMOX menyediakan sebuah kontrol panel berbasis web, dari kontrol panel ini anda bisa melakukan semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk mengatur mesin virtual anda.

PROXMOX berbasis debian etch x86_64, oleh karenanya Proxmox hanya bisa diinstall pada mesin berbasis 64 bit, PROXMOX tidak akan bisa diinstall pada mesin berbasis i386. Untuk menggunakan KVM pada proxmox anda juga harus memastikan prosesor yang anda gunakan support fitur virtualisasi pada hardware (hardware virtualization) baik intel VT atau AMD-V, berbeda dengan KVM, jika anda menggunakan OpenVZ anda tidak membutuhkan hardware virtualization ini.
PROXMOX bukanlah satu-satunya platform yang bisa anda gunakan untuk membangun virtualisai dan cloud computing, masih ada beberapa platform lain, namun postingan ini bisa membantu anda untuk membandingkan PROXMOX dengan platform lain.
Untuk Sesi Instalasi dan konfigurasi lainnya tunggu postingan saya yaa :D. Mbah Cebre segera kembali :D
Read more ...

Saturday, September 14, 2013

Setting VPN Server Debian 6.0 Squeeze dengan pptpd

VPN server (Virtual Private Network) sebuah tunnel yang membuat klien mempunyai jaringan privat
kali ini saya akan bahas konfigurasi VPN Server Debian 6.0 Squeeze dengan service pptpd



1. Install paket pptpd

#root@cebre~: apt-get install pptpd

2. Konfigurasi range IP untuk klien pada file /etc/pptpd.conf

#root@cebre~: nano /etc/pptpd.conf

*edit baris yang bertuliskan seperti ini , dan sesuaikan dengan IP yang anda inginkan. misal 1.1.1.1 dan range 1.1.1.2-5*

localip 1.1.1.1
remoteip 1.1.1.2-5

*klien akan mendapatkan ip 1.1.1.2-5*

3. Buat user untuk klien di file /etc/ppp/chap-secrets

#root@cebre~: nano /etc/ppp/chap-secrets

*tambahkan user dan passwordnya

cebre pptpd 12345 *

*keterangan*
cebre = user
pptpd = servicenya
12345 = passwordnya
* = address nya di sesuaikan file

4. Restart service pptpd

#root@cebre~: service pptpd restart

atau

#root@cebre~: /etc/init.d/pptpd restart

jika berhasil makan klien bisa memanggil ke server dan IP yang di dapat klien dari 1.1.1.2-5
Selamat Mencoba ^^
Read more ...

Friday, September 13, 2013

Membangun Router Pada Debian 6.0 Squeeze

Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang membangun router dengan debian. cara ini bisa di aplikasikan pada debian sebelum dan sesudah squeeze (Debian Lenny 5.0 dan Debian Wheezy 7.0)
langsung saja menuju TKP
desain jaringan seperti ini


1. Yang anda butuhkan adalah PC dengan NIC lebih dari 1 dan yang pasti ISP :D
2. Dalam kasus ini eth0 menuju ke gateway ISP dan eth1 menuju ke klien.
*misal*
eth0 = 192.168.1.0/24
eth1 = 29.29.29.0/27

3. Setting IP Address untuk masing-masing NIC , masukan settingan tersebut pada file /etc/network/interfaces
#root@cebre~: nano /etc/network/interfaces
*tambahkan script berikut*

#NIC menuju gateway ISP
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1

#NIC menuju klien
auto eth1
iface eth1 inet static
address 29.29.29.29
netmask 255.255.255.224

keluar lalu simpan (ctrl+x lalu tekan y kemudian enter)

4. Restart service jaringan
#root@cebre~: service networking restart
atau
#root@cebre~: /etc/init.d/networking restart

5. Buka forwarder IP pada file /etc/sysctl.conf
#root@cebre~: nano /etc/sysctl.conf

*cari kata ip_forward (untuk mencari tekan ctrl+w)*

# Uncomment the next line to enable packet forwarding for IPv4
#net.ipv4.ip_forward=1

*hilangkan tanda pagar pada net.ipv4.ip_forward=1 menjadi seperti ini*

# Uncomment the next line to enable packet forwarding for IPv4
net.ipv4.ip_forward=1

keluar lalu simpan (ctrl+x lalu tekan y kemudian enter)

6. Tambahkan rule firewall pada file /etc/rc.local untuk mengatur lalu lintas jaringan
#root@cebre~: nano /etc/rc.local

*tambahkan script ini*

iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

*catatan eth0 adalah NIC yang menuju ISP*

keluar lalu simpan (ctrl+x lalu tekan y kemudian enter)

7. aktifkan rule tersebut
#root@cebre~: sh -x /etc/rc.local

Cek klien, misal klien menggunakan IP :
address : 29.29.29.1
netmask : 255.255.255.224
gateway : 29.29.29.29

jika bisa ping 8.8.8.8 atau ketika di trace route melewati IP 192.168.1.2 berarti Router anda sudah berjalan.
Selamat Mencoba ^^
Read more ...

Thursday, September 12, 2013

SSH Server pada Debian 6.0 Squeeze

Ini postingan pertama saya. pada postingan kali ini saya akan membahas setting SSH server pada debian squeeze 6.0
SSH kepanjangan dari Secure Shell bisa di sebut juga SSH ini adalah mode atau terowongan aman untuk admin meremote servernya, gambaran nya seperti ini


 langsung aja ini caranya

1. Install aplikasih SSH Server
#root@cebre~: apt-get install ssh

2. Secara default service ini sudah berjalan pada port 22 , tapi di sini saya akan edit port default tersebut menjadi 30 dan 99
#root@cebre~: nano /etc/ssh/sshd_config

3. Setelah masuk di file /etc/ssh/sshd_config cari port 22 dengan cara tekan tombol ctrl+w kemudian ketikan 22 lalu enter

4. ganti port tersebut menjadi 30 dan 99 seperti ini :

# Package generated configuration file
# See the sshd_config(5) manpage for details

# What ports, IPs and protocols we listen for
Port 30
Port 99

5. Keluar dari file tersebut dan save (ctrl+x lalu tekan y kemudian enter). Setelah itu restart aplikasi SSH
#root@cebre~: service ssh restart
atau
#root@cebre~: /etc/init.d/ssh restart

Sekian dari saya semoga bermanfaat , selamat mencoba
Read more ...
Designed By Blogger Templates | Re-Designed By Cebre